Warga Di Pilang Kota Probolinggo Gundah, Drainase Ditutup Tanah Uruk
PROBOLINGGO, -Warga RW 3, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kota Probolinggo, gundah. Pasalnya, drainase atau jalan masuk pembuangan yang berlokasi di Jalan Agggrek atau Jalur Lingkar Utara (JLU) ditutup proyek pengurukan.
Akibatnya, tiga petak sawah milik warga dan aset Pemkot Probolinggo, digenangi air. Tak hanya itu saja, pemakaman lazim juga tergenang air khususnya ketika isu terkini hujan, sehingga sumber atau mata air dangkal.
Warga diribetkan jikalau ada warga yang meninggal, sebab lubang kuburan dipenuhi air, sehingga kesulitan menaruh jenasah gres.
Sudarsono (58), warga setempat mengaku, pembuangan air menuju kali atau sungai Eratex Djaja ditutup oleh timbunan tanah uruk, sehingga air tidak mampu mengalir.
Dampaknya, sawah milik Juari dan Hadi Sucipto serta aset pemkot tidak bisa ditanami lantaran tergenang air. Tak cuma itu, pekuburan lazim juga bernasib sama.
“Kalau hujan kuburan digenangi air. Menguburkan warga yang meninggal kesusahan. Karena makamnya dipenuhi air,” ungkapnya.
Karenanya, Sudarsono meminta, agar ada akses pembuangan mirip, bangunan di sisi lahan yang diuruk. Ia berharap pemkot tidak mengeluarkan izin mendirikan Bangunan (IMB) sebelum undangan warga dipenuhi.
“Kalau diuruk mirip ini, air enggak jalan. Pokoknya mesti ada jalan masuk pembuangan,” katanya.
Ketua RT 3 RW 3 Sunar, kelurahan setempat meminta pemilik lahan yang telah diuruk membuat terusan pembuangan air atau gorong-gorong, mirip bangunan di segi timurnya.
“Ini ada saluran airnya. Saluran air ini sampai ke sungai. Ya, untuk pembuangan,” tandasnya. Jika ditutup, imbuhnya, air yang dari arah barat, tidak jalan alias menggenang.
Saat ditanya, milik siapa lahan yang sudah diuruk tersebut, Sunar mengaku tidak tahu, karena ketika pengurukan dimulai, pemilik lahan tidak berkoordinasi.
“Saya tahu lahan ini diuruk setelah diberi tahu teman aku. Yang
meratakan tanah uruk ini juga sobat saya. Operator mesin beratnya,” katanya.
Sunar mengaku tidak dipamiti pemilik lahan. Seandainya sebelum proyek pengurukan dipamiti, pihaknya pasti akan meminta semoga terusan pembuangan tidak ditutup.
Terpisah, kepala Dinas PUPR Agua Effendi berjanji akan mengkroscek penutupan terusan air yang meresahkan warga tersebut. Ia mengaku belum mengetahui problem tersebut.
“Saya belum tahu di tempat mana itu. Tahunya dari Anda-anda ini. Oke nanti kami cek. Enggak boleh menutup drainase,” katanya singkat, Rabu (16/6/2021).