-->

Panduan Lengkap Cara Merawat Ikan Parrot

Mungkin sebab lisan ikan ini mirip dengan paruh burung parrot atau burung nuri sehingga ikan yang berasal dari keluarga cyclid ini dijuluki ikan parrot. Ikan ini lazimnya berwarna merah, namun beberapa jenis gres ada yang warnanya ngejreng mirip hijau muda, kuning, biru muda dan ungu.


Parrot ini tergolong ikan ramah. Berbeda dengan saudaranya yang cukup temperamen, louhan, yang condong untuk perorangan, berupaya menjaga teritorial dengan menyerang ikan lain. Parrot akan lebih cantik jika dipelihara secara beramai-ramai dalam aquarium.



Pakan Ikan Parrot


Pemeliharaan parrot ini cukup mudah. Binatang air ini gemar menyantap baik pakan alami maupun buatan.



  1. Pakan alami, mampu berupa cacing sutra, cacing darah. Di pasaran, pakan alami parrot ini tersedia dalam bentuk segar, kering maupun beku.

  2. Pakan bikinan, ketika ini hobiis lebih banyak menyukai pakan bikinan ini. Nutrisi yang lengkap dan sebanding menjadi usulanutama, disamping kepraktisan penyimpanan, relatif lebih murah dan lebih gampang dicari di toko-toko terdekat. Pakan bikinan ini juga lebih kondusif dibanding pakan alami, sisa pelet yang tidak terpengaruhi cuma sedikit mengeluarkan residu nitrit dan amonia dibanding pakan alami. Pakan buatan juga lebih hiegenis alasannya tidak menenteng bibit penyakit.


Pemeliharaan Ikan Parrot


Feeding, Berikan pelet Hokky Parrot Premium Color Enhancher sebanyak yang bisa dihabiskan parrot dalam 15 menit. Berikan sehari dua kali. Keluarkan pakan tersisa agar tidak mengotori air.


Seperti biasanya keluarga ciclid lainnya, temperatur air yang ideal untuk parrot berkisar antara 25-30°C.


Aquarium Ikan Parrot


Filter, Ikan ini termasuk pembangkang sehingga tidak memerlukan tata cara filter yang rumit. Meski begitu parrot tetap membutuhkan sistem filterisasi yang sempurna. Setidaknya ada tiga tata cara filter yang mampu digunakan dalam aquarium, yaitu sistem Hanging, Internal dan External. Media filter yang umum digunakan untuk parrot seperti kapas sintetik, Filter mat, dan karbon aktif.



  1. Hanging Filter adalah filter yang diletakkan diatas aquarium. Prinsip kerja sistem ini ialah pompa submersible menghisap air kotor yang lalu dialirkan kedalam box yang berisi media filter. Air yang telah tersaring akan turun secara grafitasi kembali ke aquarium. Di pasaran juga terdapat filter hanging yang pompa dan medianya telah terpadu alias Built in, kita tinggal menempelkan hanging filter tersebut ke tepi beling aquarium bagian atas. Namun harus diingat, Hanging filter terpadu lazimnya hanya menampung sedikit media filter sehingga hanya mampu dipakai untuk aquarium berukuran kecil.

  2. Filter internal ialah filter yang langsung disekat dari aquarium khususnya. Bagian yang disekat ini lazimnya berukuran seperlima ukuran aquarium utama. Bagian yang disekat ini dapat dibagian samping maupun belakang aquarium utama. Dalam sekatan ini kita tempatkan media filter dan pompanya.

  3. Filter External, dengan tata cara ini media dan pompa diletakkan diluar aquarium. Air kotor secara grafitasi akan turun ke tabung media filter dan selanjutnya air yang higienis akan dikembalikan kedalam aquarium memakai pompa.


Mana yang paling baik diantara ketiga sistem ini? Masing-masing mempunyai kelebihan dan kelamahan. Filter hanging, yang menggunakan box media (tersedia dipasaran umumnya berukuran kecil) yang digantung atau diletakkan diatas aquarium cuma mampu memuat sedikit media filter, sehingga kurang dapat menyaring kotoran ikan dengan baik. Filter External cukup baik dalam hal keindahan alasannya “benda aneh” mirip selang, pipa dan pompa plus medianya relatif tersebunyi. Kelemahan metode filter external adalah kurang dapat mempesona kotoran secara optimal alasannya adalah pusat hisap yang cuma pada satu titik. Sehingga sering kali kita masih harus menawan kotoran yang berskala besar secara manual (Penyifonan). Jika kita memilih filter internal, kita mesti pintar-berakal “mengelabuhi” mata kita. Pasalnya ruang filter ini mengambil tempat tidak mengecewakan besar dari aquarium utama. Selama kita secara berkala membersihkan celah sekat antara aquarium utama dengan ruang filter sepertinya metode filter internal lebih baik dalam hal mempertahankan mutu air. Hal ini alasannya sentra hisap yang lebih merata baik untuk kotoran dasar maupun kotoran permukaan. Penggantian air cukup dilakukan sepertiga volume air tiap satu bulan sekali.


Dekorasi Akuarium Ikan Parrot


untuk memelihara parrot baiknya cukup sederhana saja alias minimalis. Pasalnya, ikan ini suka bergerombol dan bersembunyi, kalau kita meletakkan ornamen kayu-kayuan atau batu yang besar, mampu-bisa parrot hanya akan bersembunyi di balik kayu atau watu tersebut.


Penyakit Ikan Parrot


Parrot ialah ikan yang cukup tahan kepada serangan penyakit. Masalah kesehatan yang umum pada parrot yaitu jerawat yang disebabkan oleh jamur, kuman dan biro patogen yang lain. White spot sering terjadi kalau temperatur terlalu rendah, dan kepadatan populasi yang terlalu tinggi. White spot juga sering terjadi di ekspresi dominan pancaroba. Gejala white spot yaitu adanya bulatan atau spot berwarna putih. Pengobatanya cukup dengan menaikkan temperatur sekurang-kurangnya28°C dan dukungan methylene blue.



Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel